Ini tidak mungkin.

Saya harap saya memiliki seorang IBU 🥰

Jadi saya tidak perlu mengeluh dan mengadu pada dinding bisu.

Saya harap saya benar-benar memiliki IBU 🥰

Dimana dia menjadi segala tempat yang menerima dan memperbaiki pendapat, menenangkan firasat, juga menjadi obat agar tidak tersesat.

Skenario ini seandainya saja boleh di ketik ulang, di revisi, atau bila perlu diganti.

Bisakah ini hanya dijadikan mimpi buruk saja untuk pelengkap cerita pagi saat akan berangkat sekolah, duduk di meja makan dengan keluarga ???

Bagaimana bisa saya terus terusan memanen dosa dari segala keluhan yang tertulis ?

Bahwa saya masih terus berharap ini hanya sebuah mimpi buruk.

Ini tidak nyata.

Terlalu singkat untuk bercerita tentang hal-hal bahagia yang bahkan saya sendiri sudah lupa, itu kapan ya ?????

“Ahhhh… ketika saya tidur nyenyak” menjadi hal bahagia di tengah insomnia menahun.

Banyak orang yang berfikir bahwa apa yang saya jalani adalah karena hanya sayalah yang mampu.

Ini tidak benar sama sekali.

Karena saya sudah beberapa kali mencoba mati sendiri karena sadar ini hidup yang nyata.

Jika pun ini mimpi, semoga tidak terjadi pada sesiapapun lagi. Mimpi ini terlalu keji untuk dinikmati dan diberi sebutan “bunga tidur”.

Ketika saya melihat IBU-IBU diluar rumah yang begitu perduli dengan anak mereka, “wahhhh bolehkah ku bunuh diriku dan bereinkarnasi lagi ?”

Saya harap IBU benar-benar IBU bagi anaknya.

Tidak ada lagi peran IBU gadungan penghancur rasa kasih sayang dan percaya pada diri sendiri.

Saya harap, saya menjadi IBU.

Yang tidak akan membiarkan anaknya berkawan dengan dinding, bersahabat dengan diary, dan lebih mencintai malam yang sepi dibanding nyanyian tidurku.

Walau pada akhirnya ketentuan tetap berakhir di tangan TUHAN.

Saya berharap saya dicintai sepenuhnya.

Nanti.

Semoga Tuhan memberkati.

***

Hai, jangan menilai ini dengan kalimat singkat.

Jangan juga memberi iba.

Kamu tau secerah apa wajah ini saat bertemu ☺️

Jadi, peluk saja bila perlu.

Disorders not a big problem. (Indonesian)

I feel like I’m fine with that. It’s oke.

Nanti,

Semuanya akan jadi lebih baik ketika aku sudah menerima,

Aku harus bisa lebih bahagia.

Lebih bersyukur..

Lebih mencintai diriku dalam hal apapun.

Kalo kemarin adalah hari yang sedih, gpp. Justru ini bisa jadi solusi dikemudian hari.

Kalo kemarin nangis, ya ngga papa juga. Manusia kan ?

“Hidup adalah pilihan” adalah kata-kata yang masih bikin heran. Bukannya hidup adalah takdir dari Allah ?

Kemarin down banget, feel unwanted. Udah lupa ini itu sampe mecahin gelas, lempar ke dinding terus pegang gunting. Kebayang kalo dirumah sendirian. Btw sekedar info, gue tetep ibadah ko buat nenangin pikiran. Tapi masih tetep berlanjut di hari-hari berikutnya sampai akhirnya lupa, kalap, ga pengen lagi deh hidup tuh. 😁😁😁

Untungnya bapak dateng, manggil gue dan langsung ngeuh seketika ternyata gunting erat banget di tangan. Itu jawaban dari Allah, keresahan dari feeling unwanted.

Pernah denger kata “kurangnya Iman” kalo ada yang bunuh diri ?. Ini salah sih, faktor terbesar seseorang untuk bunuh diri adalah untuk meloloskan dirinya dari rasa sesak yang sudah sangat memuncak.

Karena merasa tidak di inginkan atau tidak berguna hidupnya, menjadi faktor kedua.

Orang yang dikenal baik, ramah, ceria , keliatan ga punya masalah ini ternyata visa sampe segitunya ketika marah ga bisa ditahan lagi.

Tidak adanya orang-orang yang benar-benar memeluk dan membuatnya berhenti dengan spekulasi “Hidup sendirian” .

Parahnya ketika orang yang memiliki gangguan mental, lebih tepatnya depresi ini dianggap sebagai orang Gila.

Salah kaprah lah ini. Depresi bukan berarti Gila. Buktinya gue, waras kok sampe umur 25 tahun ini 😂.

Arti Gila yang sebenarnya adalah hilangnya akal.

Nah gue ? Kalo Gila yang hilang bukan cuma akal doang kayaknya 🤦🏻‍♀️. Amit-amit ih 😫

Sekarang lagi mulai rutin share ke beberapa orang buat cari solusi nya. Sekalian juga lagi cari cara buat pengobatan, karena ini bahaya buat diri gue kalo down dan yang dikhawatirkan adalah membusuk tanpa ada yang tau 😔.

Gue pernah sharing sama seseorang yang kondisinya hampir sama kaya gue, cuma kayanya dia lebih bisa kontrol mood nya daripada gue yang masih sering panik mendadak.

Dia bilang “Ada aku yang sayang sama kamu”.

Sayangnya dia cewek, coba cowok udah gue lamar kayaknya 🤣.

Drama banget ga sihhhhhh ini ? 😂

Btw lagi nih yah, gue orangnya suka bikin up suasana. Jadi mood booster kata bahasa kerennya. (TMI)

Ada yang kaget pas tau gue ternyata begini setelah sharing kemarin.

Well, semua orang punya masalah yang rapih banget ditutupin. Ga akan kelihatan kecuali si pemilik yang bukain. Macem gue.

Jangan lagi merasa sendiri, walaupun mati nanti dikuburnya sendirian. Tapi jangan lagi deh mikir begitu.

Jangan lagi judge orang yang lagi depresi itu sebagai orang Gila. Beda lah itu, Wah 😏

Sebisa mungkin ajak ngobrol, bilang kalo dia itu berarti buat kamu. Seengganya itu bisa menjadi alasan dia untuk balik lagi ke pikiran “Aku mau hidup”.

Kalo dia minta tolong, peluk aja dulu, dengerin keluh kesahnya. Ini udah cukup banget menolong keinginan hidupnya jadi 70 % balik lagi ke pikirannya.

Jangan biarin dia hidup sendirian untuk waktu yang lama tanpa pengawasan atau tanpa pengobatan psikiater. Karena ini dikhawatirkan bisa kambuh disaat down, bahaya banget 🥺. Kamu ga tau sih rasanya gimana. Pokonya jangan di tinggal sendirian, sebisa mungkin sering telfon, ajak ngobrol. Biar rasa diinginkan hidupnya tetap stabil walaupun dia down.

Stop meremehkan penyakit ini.

Kamu cuma perlu untuk melihat, mendengarkan, dan memeluk.

Bukan menghina, mengolok-olok bahwa dia terlalu berlebihan menyikapi masalah.

You know what ?

Kamu ga tau rasanya kaya gimana kan ?

Perlu diketahui, gue ini penyayang. Sayang untuk mati sia-sia 🤣.

Astagfirullah 🤦🏻‍♀️

Lanjut besok besok besokkkkkk lagi…

Hi, can I come?

I feel so left out.
Being unwanted for many years.
I try to survive and still alive, telling my self I’m fine. Covering my face with smiles and laughed. But I can’t.
I don’t know how much I try killing my self.
“Help me” it’s mean “help your self” for me. That’s useless things ever.
So, don’t push me to survive. Just let me do what I choose.
Don’t act like u love and cares.
It’s too late.
I don’t need it.
I know Allah would hate me.
It’s ok, I already being hated for a long time.
So,
And finally I committed to suicide.

Thanks for ignoring me.

Thankful, now I know what should I do for my self.

Asing yang terasingkan

Ini tempat kedua ku setelah Papar-Kediri.

Di sebuah desa di Purwakarta.

Seminggu dirumah, dan beraktivitas lagi seperti biasa. Tidak pernah saya duga sebelum nya, ternyata langsung di beri tugas untuk mengikuti KKN di Desa tersebut selama 2 minggu.

Hal yang paling mendasar dilakukan yaitu perkenalan, setelahnya adaptasi.

Berhubung cuma tinggal melanjutkan sisa hari yang hanya 2 minggu lagi, saya buang jauh-jauh sifat asli dan berubah mendadak menjadi Ekstrovet. Ini sangat bertolak belakang dengan karakter yang sebenarnya malas berinteraksi dengan orang banyak, terlalu banyak basa basi demi mencari sedikit simpati, mengakrabkan diri sedemikian rupa agar sukar hilang dengan cepat atau sekedar senyum sapa yang rutin yang biasa dilakukan oleh mereka yang bersifat ramah. Benar-benar, saya merasa hilang di masa itu.

Menjadi asing untuk diri sendiri.

Dan setelahnya, ternyata mereka pun tetap asing untuk di kenang.

Terlalu kasar jika ini di sebut pemanis sesaat, mungkin lebih tepatnya mereka bisa disebut sebagai teman yang baik dan pas pada saat yang tepat disaat itu saja.

Selebihnya, mungkin selesai dengan sendiri nya. Karena sudah terprediksi, ahhh… ini akan segera berlalu dengan mudah.

Ketika orang-orang baru disekitar mulai merasa bahwa saya orang yang tidak baik. Di saat itulah, waktu yang tepat untuk pergi tanpa perduli kesan terakhir seperti apa.

Toh pada akhirnya, ini hanya sebuah cerita biasa.

Bunga kenanga (Fiksi)

Dia bilang ini bisa membuatmu tenang. Menyimpan nya dalam selipan buku, sudut kamar, sampai di saku baju dan celana.

Katanya ini semacam penangkal sial. Nyatanya ini cuma karangan fiksi.

Harum nya menyedihkan, kadang juga menyeramkan di malam hari. Karena setan perempuan suka dengan aroma kenanga. Mungkin kah dia akan menganggapku teman baru beda dunia ?

Beberapa hari berlalu dengan kebiasaan baru, akhirnya ku tambah melati dan sirih. Kali ini bukan untuk di simpan, tapi juga sebagai cemilan dan taburan di bak mandi.

Heran nya, rasa merinding di awal itu berangsur hilang dengan datangnya nyaman yang aneh.

Ah iya sampai pernah ada seseorang yang tiba-tiba datang mengatakan aku punya pegangan.

Maksudnya “sesuatu yang mengikuti”.

Baiklah terserah apa yang akan dia lakukan, toh aku tidak merasakan nya.

Bunga kenanga (Fiksi)

Dia bilang ini bisa membuatmu tenang. Menyimpan nya dalam selipan buku, sudut kamar, sampai di saku baju dan celana.

Katanya ini semacam penangkal sial. Nyatanya ini cuma karangan fiksi.

Harum nya menyedihkan, kadang juga menyeramkan di malam hari. Karena setan perempuan suka dengan aroma kenanga. Mungkin kah dia akan menganggapku teman baru beda dunia ?

Beberapa hari berlalu dengan kebiasaan baru, akhirnya ku tambah melati dan sirih. Kali ini bukan untuk di simpan, tapi juga sebagai cemilan dan taburan di bak mandi.

Heran nya, rasa merinding di awal itu berangsur hilang dengan datangnya nyaman yang aneh.

Ah iya sampai pernah ada seseorang yang tiba-tiba datang mengatakan aku punya pegangan.

Maksudnya “sesuatu yang mengikuti”.

Baiklah terserah apa yang akan dia lakukan, toh aku tidak merasakan nya.

Bunga kenanga (Fiksi)

Dia bilang ini bisa membuatmu tenang. Menyimpan nya dalam selipan buku, sudut kamar, sampai di saku baju dan celana.

Katanya ini semacam penangkal sial. Nyatanya ini cuma karangan fiksi.

Harum nya menyedihkan, kadang juga menyeramkan di malam hari. Karena setan perempuan suka dengan aroma kenanga. Mungkin kah dia akan menganggapku teman baru beda dunia ?

Beberapa hari berlalu dengan kebiasaan baru, akhirnya ku tambah melati dan sirih. Kali ini bukan untuk di simpan, tapi juga sebagai cemilan dan taburan di bak mandi.

Heran nya, rasa merinding di awal itu berangsur hilang dengan datangnya nyaman yang aneh.

Ah iya sampai pernah ada seseorang yang tiba-tiba datang mengatakan aku punya pegangan.

Maksudnya “sesuatu yang mengikuti”.

Baiklah terserah apa yang akan dia lakukan, toh aku tidak merasakan nya.